Selasa, 16 Oktober 2012

PELAYANAN RUMAH SAKIT DAN ETIKA BISNIS

PELAYANAN RUMAH SAKIT DAN ETIKA BISNIS

Kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan semakin tinggi, hal ini disebabkan karena semakin tingginya kesadaran masyarakat akan arti kesehatan. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan maka rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat dan meningkatkan derajat kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Rumah sakit merupakan organisasi yang unik, kompleks padat modal dan padat karya, dikatakan padat modal karena rumah sakit membutuhkan fasilitas yang memadai dengan teknologi alat-alat yang canggih sedangkan dikatakan padat karya karena rumah sakit banyak melibatkan dokter, perawat, tenaga medis dan tenaga non medis. Disamping itu rumah sakit juga harus mampu memberikan pelayanan yang memiliki daya saing yang tinggi untuk kelangsungan rumah sakit itu sendiri. Oleh karena itu para pelaku pelayanan dengan produk jasa dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan secara prima. Pertanyaan sekarang adalah apakah pelayanan yang prima yang dilakukan pihak rumah sakit dalam menjalankannya tetap memperhatikan etika dan norma-norma yang berlaku dan sejauh mana bentuk pertanggungjawaban pihak rumah sakit terhadap pelangan dan masyarakat sekitar.

RS St. Elisabeth yang berlokasi di Jl. Raya Narogong 202 Kemang Pratama Bekasi adalah salah satu fasilitas pelayanan kesehatan kuratif yaitu berupa fasilitas pelayanan kesehatan oleh para dokter dilengkapi dengan penunjang medis yang dibutuhkan.Dalam pelayanannya Rumah Sakit St. Elisabeth mempunyai visi dan misi yang berorantasi pada pasien atau keluarga pasien. Visi yang dijalankan adalah bagaimana rumah sakit ini menjadi tanda dan sarana kasih dalam karya kesalamatam manusia sedangkan misinya adalah 1) Melayani dengan ramah, 2) memberikan pelayanan yang berkualitas dan professional, 3) Memberikan pelayanan yang holistik, 4) Melayani tanpa membedakan status sosial golongan serta agama, 5) Membangun persaudaraan sejati.

Dari uraian tentang visi dan misi di atas, tampak bahwa dalam karya yang dilakukan oleh rumah sakit ini, selalu mengedapnkan kasih dan karya keselamatan umat manusia. Karya kasih ditindaklanjuti oleh management rumah sakit dengan berbagai kegiatan social antara lain menyelenggarakan pelayanan posyandu dan memberikan makanan tambahan setiap pertemuan kepada anak masyarakat sekitar rumah sakit. Di samping itu rumah sakit ini juga mempunyai program tetap menyelenggarakan pengobatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu, sunatan masal bagi mereka yang ingin menyunatkan anaknya tetapi biaya yang dimilikinya tridak dapat mendukung kegiatan tersebut. Bekerjasama dengan PERDHAMI dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi memberikan pelayanan operasi katarak gratis bagi masyarakat yang menderita katarak di usia senja mereka.

Di dalam melaksanakan misi rumah sakit, jelas bahwa rumah sakit ini mempunyai tanggung jawab social yang tinggi,karena semua pasien yang datang ke rumah sakit ini akan mendapatkan pertolongan yang cepat dan tidak akan pernah ditanyai berapa mereka atau pasien tersebut mempunyai dana yang bisa dibayarkan ke rumah sakit. Kebijakan direksi rumah sakit dalam melaksanakan misinya adalah bahawa tidak ada uang muka (DP) rumah sakit saat pasien masuk, tetapi pasien akan mendapat pelayanan dahulu sesuai dengan kondisinya. Rumah sakit tidak akan pernah membedakan apakah yang datang pasien kaya atau miskin, atau pasien datang dengan agama tertentu baru ditolong, tetapi semua umat manusia yang datang ke rumah sakit ini dan memerlukan pertolongan medis akan segera mendapatkan pertolongan dari dokter dan teamnya di rumah sakit.

Dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan masyarakat sekitar, rumah sakit membentuk team Diklat dan Humas/Marketing yang bertugas memberikan sosialisai mengenai penyakit yang terjadi di masyarakat, serta meberikan penyuluhan kesehatan di RT/RW, keluarahan. Kecamatan serta perusahaan sekitar yang telah menjalin kerjasama dengan rumah sakit.

Disamping itu pihak rumah sakit juga sangat memperhatikan sistem limbah yang ada guna mencegah dampak buruk terhadap lingkungan kerja rumah sakit dan masyarakat sekitar. Dengan pola berpikir rumah sakit tidak berbeda dengan organisasi lain yang mencemari lingkungan seperti, pabrik ataupun industri lain, dengan pola pikir seperti itu rumahsakit akan selalu menjaga sanitasi rumah sakit dengan pengontrolan air limbah secara rutin ke laboratorium setiap sebulan sekali, hal ini merupakan bentuk pertanggungjawaban rumah sakit terhadap masyarakat sekitar.

Dari apa yang telah dilakukan dalam kegiatan seharai-hari RS. St. Elisabeth, tampak bahwa rumah sakit ini mempunyai tanggung jawab social yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.











Senin, 15 Oktober 2012

PERUSAHAAN YANG KURANG MEMPERHATIKAN Etika bisnis

PERUSAHAAN YANG KURANG MEMPERHATIKAN Etika bisnis

Sebuah perusahaan, yang berlokasi disekitar tempat kami bekerja, bergerak di bidang jasa perbengkelan. Walaupun terletak di pinggir jalan raya, perusahaan ini kelihatan sangat kotor dan banyak limbah terutama oli atau minyak pelumas. Instalasi pengolahan limbah, terutama minyak pelumas tidak disediakan, tetapi limbah yang ada ditampung di suatu drum dan setelah terkumpul dijual kepada pengumpul oli bekas.
Jasa yang dipasarkan sangat beragam mulai dari perbaikan kecil sampai perbaikan besar, dengan biaya yang bervariasi sesuai jasa yang diberikan. Walaupun peralatan yang mereka gunakan cukup canggih dan mutakhir, tetapi sangat tidak menyenangkan bagi lingkungan sekitar karena kurang adanya itikat baik untuk memperbaiki diri, terutama dalam pengelolaan lingkungan sekitar. Oli kadang dibuang diselokan atau berceceran di tanah tempat mereka bekerja, sedangkan oli bekas yang tidak tercecer dijual kepada pengumpul dengan harga murah untuk didaur ulang yang selanjutnya akan dijual kepada penjual oli eceran sebagai oli curah dan dijual dengan harga murah pula. Oli curah ini dapat kita jumpai di bengkel-bengkel atau penjual oli eceran, terutama yang menjual oli curah, walaupun ada juga yang dikemas dalam kaleng.
Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi dari operasional perusahaan ini antara lain peningkatan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dengan membuat pengolahan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai seperti minyak pelumas atau kaleng bekas, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar perusahaan. Di samping itu perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai alur dan proses pengolahan limbah minyak pelumas yang dihasilkan dari operasional perusahaan.
Beberapa hal yang membuat perusahaan seolah tidak mengindahkan etika bisnis adalah karena perusahaan tidak pernah berpikir untuk menyejahterakan masyarakat sekitar. Kaleng bekas dan sampah yang terserak dapat mengundang munculnya nyamuk dan sekaligus sebagai tempat perkembangbiakan.
Perusahaan juga kurang memperhatikan peraturan ketenagakerjaan, karena tidak menerapkan management kesehatan dan keselamatan kerja perusahaan.
Tampak ada beberapa pelanggaran etika bisnis karena tidak mengikuti peraturan pemerintah setempat dalam pengelolaan limbah dan keselamatan kerja sebagaimana tercantum dalam Undang-undang ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 dan Perpres No. 50 tahun 2005, serta Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup.

Beberapa factor penyebab terjadinya kondisi seperti ini antara lain :
• Pemilik perusahaan tidak memahami aturan/perundang-undangan yang berlaku, atau mengetahui tetapi berpura-pura tidak mengetahui.
• Tidak ada complain dari lingkungan, berkaitan dengan pembuiangan limbah dan kebisingan.
• Masyarakat sekitar tidak pernah mendapatkan sosialisasi peraturan perundangan yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan
• Karena pengetahuan mereka tentang aturan sangat minim atau bahkan tidak pernah tahu sama sekali, maka mereka tidak menuntuk.
Untuk mengatasi terjadinya ketridaketisan bisnis seperti ini, sebaiknya Disnaker, melakukan sosialisasi Undang-undang ketenagakerjaan kepada perusahaan agar dapat memahami peraturan ketenagakerjaan dan perlindungan tenaga kerja serta masyarakat lingkungan sekitar dengan baik. Dengan demikian perusahaan dapat menerapkan etika bisnis yang baik, baik bagi perusahaan, masyarakat lingkungan sekitar maupun karyawan perusahaan.
PERUSAHAAN YANG KURANG MEMPERHATIKAN Etika bisnis

Sebuah perusahaan, yang berlokasi disekitar tempat kami bekerja, bergerak di bidang jasa perbengkelan. Walaupun terletak di pinggir jalan raya, perusahaan ini kelihatan sangat kotor dan banyak limbah terutama oli atau minyak pelumas. Instalasi pengolahan limbah, terutama minyak pelumas tidak disediakan, tetapi limbah yang ada ditampung di suatu drum dan setelah terkumpul dijual kepada pengumpul oli bekas.
Jasa yang dipasarkan sangat beragam mulai dari perbaikan kecil sampai perbaikan besar, dengan biaya yang bervariasi sesuai jasa yang diberikan. Walaupun peralatan yang mereka gunakan cukup canggih dan mutakhir, tetapi sangat tidak menyenangkan bagi lingkungan sekitar karena kurang adanya itikat baik untuk memperbaiki diri, terutama dalam pengelolaan lingkungan sekitar. Oli kadang dibuang diselokan atau berceceran di tanah tempat mereka bekerja, sedangkan oli bekas yang tidak tercecer dijual kepada pengumpul dengan harga murah untuk didaur ulang yang selanjutnya akan dijual kepada penjual oli eceran sebagai oli curah dan dijual dengan harga murah pula. Oli curah ini dapat kita jumpai di bengkel-bengkel atau penjual oli eceran, terutama yang menjual oli curah, walaupun ada juga yang dikemas dalam kaleng.
Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi dari operasional perusahaan ini antara lain peningkatan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dengan membuat pengolahan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai seperti minyak pelumas atau kaleng bekas, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar perusahaan. Di samping itu perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai alur dan proses pengolahan limbah minyak pelumas yang dihasilkan dari operasional perusahaan.
Beberapa hal yang membuat perusahaan seolah tidak mengindahkan etika bisnis adalah karena perusahaan tidak pernah berpikir untuk menyejahterakan masyarakat sekitar. Kaleng bekas dan sampah yang terserak dapat mengundang munculnya nyamuk dan sekaligus sebagai tempat perkembangbiakan.
Perusahaan juga kurang memperhatikan peraturan ketenagakerjaan, karena tidak menerapkan management kesehatan dan keselamatan kerja perusahaan.
Tampak ada beberapa pelanggaran etika bisnis karena tidak mengikuti peraturan pemerintah setempat dalam pengelolaan limbah dan keselamatan kerja sebagaimana tercantum dalam Undang-undang ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 dan Perpres No. 50 tahun 2005, serta Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup.

Beberapa factor penyebab terjadinya kondisi seperti ini antara lain :
• Pemilik perusahaan tidak memahami aturan/perundang-undangan yang berlaku, atau mengetahui tetapi berpura-pura tidak mengetahui.
• Tidak ada complain dari lingkungan, berkaitan dengan pembuiangan limbah dan kebisingan.
• Masyarakat sekitar tidak pernah mendapatkan sosialisasi peraturan perundangan yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan
• Karena pengetahuan mereka tentang aturan sangat minim atau bahkan tidak pernah tahu sama sekali, maka mereka tidak menuntuk.
Untuk mengatasi terjadinya ketridaketisan bisnis seperti ini, sebaiknya Disnaker, melakukan sosialisasi Undang-undang ketenagakerjaan kepada perusahaan agar dapat memahami peraturan ketenagakerjaan dan perlindungan tenaga kerja serta masyarakat lingkungan sekitar dengan baik. Dengan demikian perusahaan dapat menerapkan etika bisnis yang baik, baik bagi perusahaan, masyarakat lingkungan sekitar maupun karyawan perusahaan.

Jumat, 25 Mei 2012

ABSTRAK Efektivitas dan Efesiensi Pelayanan Adsminstrasi Keuangan eth Rawat Inap Pada Rumah Sakit St Elisabt Bekasi Martina Asti Riwi Hartanti 15209774 Kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan semakin tinggi, hal ini disebabkan karena semakin tingginya kesadaran masyarakat akan arti kesehatan. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan maka rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat dan meningkatkan derajat kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Rumah sakit merupakan organisasi yang unik, kompleks padat modal dan padat karya, dikatakan padat modal karena rumah sakit membutuhkan fasilitas yang memadai dengan teknologi alat-alat yang canggih sedangkan dikatakan padat karya karena rumah sakit banyak melibatkan dokter, perawat, tenaga medis dan tenaga non medis. Disamping itu rumah sakit juga harus mampu memberikan pelayanan yang memiliki daya saing yang tinggi untuk kelangsungan rumah sakit itu sendiri Pelayanan administrasi adalah salah satu bentuk pelayanan dari berbagai macam layanan yang tersaji di RS. Pelayanan administrasi yang (mungkin) merupakan bagian kecil dari keseluruhan layanan, apabila ditampilkan tidak profesional maka hal ini akan menjadi penilaian buruk bagi keseluruhan RS, bagi manajemen tentu ini akan menjadi suatu hal yang sangat tidak diinginkan. Penelitian ini akan mengukur perbedaan antara pelayanan administrasi rawat inap yang telah diberikan oleh rumah sakit terhadap harapan dari pelanggan itu sendiri. Dari pengukuran itu sendiri akan diketahu tingkat kepuasan dan mutu pelayanan yang diberikan rumah sakit tersebut. Skala pengukuran terdiri dari aspel pelayanan kesehatan yang dibagi menjadi lima dimensi yang terdiri dari : Rebility ( kemampuan untuk menunjukkan pelayanan prima secara mandiri dan tepat ), Responssiveness (keinginan untuk membantu dan respontif terhadap kebutuhan pelanggan ), Aassurance ( kemampuan petugas untuk memberi kepercayaan dan menjaga rahasi ) Empathy ( Memberikan lanjutan pelayanan kesehatan secara pribadi ) , Tangibles (fasilitas fisik, peralatan, penampilan staf ) Adapun alat analisis yang digunakan berupa kuesioner terstruktur dalam bentuk angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan dari variabel independen yaitu kinerja tenaga administrasi rawat inap dengan Menggunakan metode skala Likert

Sabtu, 28 April 2012

TUGAS CERPEN

BERBAGI KASIH Gita adalah anak yang pintar, lincah, dan selalu menunjukkan wajah yang ceria. Sekarang Gita duduk di kelas 5 SD di sekolah yang cukup terkenal di kota Jakarta dan kebanyakan anak-anak yang sekolah di situ berasal dari keluarga kaya. Gita juga berasal dari keluarga yang berkecukupan, karena kedua orang tuanya bekerja dan punya bisnis konveksi. Oleh karena itu Gita tidak bermasalah mengenai materi, karena orang tuanya telah mencukupi semua keperluan Gita. Namun dalam beberapa hari ini Gita menunjukkan wajah murung, kecewa dan marah. Teman-teman di kelasnya sangat heran melihat perubahan sikap Gita yang murung dan banyak diam. Pagi-pagi sebelum masuk kelas Sinta berlari mengejar Gita yang baru saja turun dari mobil. Dengan terengah-engah Sinta memegang tangan Gita dan mengajukan pertanyaan padanya, “Gita kenapa dalam beberapa hari ini engkau murung dan aku tak melihat senyummu lagi “ Gita diam, ia hanya mengangkat bahunya dan pergi sambil mengatakan bahwa dirinya tidak kenapa-kenapa. Tetapi Sinta tidak tinggal diam dan terus membuntuti Gita sambil bertanya, tetapi hasilnya tetap nihil karena Gita sungguh-sungguh diam seribu bahasa. Sinta adalah teman dekat Gita maka tidak heran kalau Sinta merasa kehilangan keceriaan sahabatnya. Pukul 10.00 lonceng sekolah berbunyi pertanda istirahat pertama, anak-anak keluar berlari ada yang bermain , jajan di katin atau duduk bergerombol, namun Gita memilih duduk sendiri di bawah pohon samping sekolahnya, ia diam dan masih menyimpan rasa kecewa dan marah pada mamanya karena mamanya sudah dua kali ini lupa membelikan pesananan bebek goreng yang menjadi kesukaannya. Saat ia terdiam pandangan matanya tearah pada sosok gadis cilik yang berjalan dengan kaki pincang di seberang jalan, yang dilakukan gadis cilik itu adalah meminta-minta pada orang yang dijumpainya. Gadis cilik itu walau pincang namun wajahnya selalu tersenyum walau orang yang dimintainya tidak memberi. Gita sangat terkesan dengan gadis cilik itu maka ia berlari menyeberang dan menjumpai gadis cilik itu. Gita bertanya pada gadis cilik itu “ Siapa namamu? Jawab gadis cilik itu, namaku Ines Tanya Gita lagi : Apa kamu tidak sekolah? Dengan senyum Ines menjawab, bagaimana saya bisa sekolah sementara saya harus cari makan. Gita jadi malu dengan pernyataan gadis cilik itu, maka Gita mengalihkan dengan pertanyaan lain: Apa kamu sudh makan, dengan senyum gadis cilik itu menjawab “ belum” Kebetulan didekat tempat itu ada restoran Pizza hut, oleh Gita diajaklah Ines masuk dan makan. Dengan senyum Ines memohon “ apa makanannya boleh dibungkus untuk saya bawa pulang? Jawab Gita “ Kenapa? Dengan senyum dan wajah memohon Ines mengatakan, “ Ibu saya tentu akan senang karena ibu hari ini bisa makan enak, tanpa sadar Gita meneteskan air mata mendengar perkataan Ines. Gita memang anak yang baik walau dia berasal dari keluarga kaya tetapi tidak sombong. Dengan haru Gita berkata pada Ines “ engkau boleh bawa pulang Pizza Hut itu, tetapi Ines juga boleh makan disini. Dengan senyum bahagia Ines makan dengan begitu lahapnya seakan ia lupa akan segala perjuangannya sepanjang hari itu. Sambil menunggu Ines makan, Gita terdiam, ia mengingat akan dirinya yang akhir-akhir ini uring-uringan dengan mamanya, seakan mamanya tidak perhatian lagi karena mamanya sibuk bekerja sampai lupa dengan pesanannya. Dalam hati ia minta maaf pada mamanya, Ines telah menyadarkan dirinya, gadis kecil itu karena nasibnya harus berjuang walau ia cacat kakinya tapi ia selalu tersenyum dan mensyukuri apapun yang didapatnya hari itu. Dia tersenyum bahagia karena bisa makan, makanan yang jarang ia bisa makan. Gita sekarang bisa tersenyum kembali , ia sadar selama ini ia kurang mensyukuri akan anugerah kehidupan yang telah Tuhan berikan. Setelah selesai membayar ia berbisik pada Ines “ apakah kamu mau jadi sahabatku?” Dengan penuh senyum bahagia Ines menjawab dengan mantap . ya tentu aku mau. Kata Gita lagi “ kalau begitu kamu harus janji, habis pulang sekolah kamu harus main ke rumahku. Dengan senyum Ines menjawab “ ya saya akan menunggumu sampai pelajaran usai dan aku akan pergi ke rumahmu. Tidak lupa Ines berterima kasih atas makanan untuk ibunya, ibunya tentu sangat senang dengan makanan itu. Dengan penuh senyum pula, Gita menggangguk kemudian Gita pamit pada Ines untuk kembali ke kelasnya. Gita lari dengan buru-buru karena ia sudah terlambat masuk. Dengan terengah-engah Gita masuk kekelasnya, meminta permisi kepada gurunya dan minta maaf atas ketelambatannya, kemudian dengan penuh senyum bahagia ia menuju tempat duduknya. Wajah Gita sekarang sudah cerah kembali, senyumnya sudah mulai menghiasi wajahnya. Sinta menjadi heran sekarang karena tiba-tiba wajah Gita penuh senyum padahal baru pagi tadi ia menanyakan pada Gita akan perubahan sikapnya. Pelajaran di kelas sekarang sudah usai, dengan buru-buru Gita keluar karena dia sudah berjanji dengan Ines. Sesampainya di luar kelas Gita lari menghampiri Ines, dan sopir yang menjemput Gita sudah ada ditempat biasa parkir. Gita dan Ines begitu ceria di sepanjang perjalanan, mereka bercanda ceria, sehingga tanpa terasa mereka sudah sampai di rumah Gita. Sampai di rumah Gita sangat terkejut, karena tidak seperti biasanya, di depan pintu mama sudah menantinya dengan penuh senyum. Dengan penuh haru Gita langsung memeluk mamanya dan menangis dalam pelukan mamanya, kemudian memperkenalkan Ines. Mama Gita menyambut Ines dengan gembira, kemudian mengajak mereka makan. Gita tersenyum bahagia melihat bebek goreng kesukaannya sudah tersedia di meja makan. Hari itu sungguh hari yang membahagiakan buat Gita, disinilah Gita menyadari bahwa Tuhan begitu baik, tetapi selama ini Gita tidak pernah mensyukuri semua anugerah yang begitu luar biasa Tuhan berikan padanya. Ines telah dipakai Tuhan untuk menyadarkan semua kebaikan Tuhan maka Gita berjanji akan menyisihkan sebagian uang sakunya untuk Ines agar Ines bisa sekolah.

Sabtu, 24 Maret 2012

Tugas Bahasa Indonesia

NAMA : MARTINA ASTI RIWI HARTANTI
KELAS : 3EA17
NPM : 15209774

Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah proses berpikir yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum
Jenis-jenis penalaran induktif antara lain :
1. Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum
Contoh :
- Ari anak Pak Joko ia pintar Matematika
- Ani anak Pak Joko ia pintar Bahasa Ingggris
- Ali anak Pak Joko, ia pintar musik
• Jadi semua anak Pak Joko pintar
2. Analogi
Analogi adalah membandingkan dua hal yang memiliki persamaan-persamaan. Berdasrkan persamaan itu itulah kita menarik sebuah kesimpulan atau cara penarikan penalaran secara membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama
Contoh :
Semut binatang kecil ciptaan Tuhan yang hidupnya sangat mengutamakan kegotong-royongan. Beban berat mereka pikul bersama . Seberat apapun beban yang mereka pikul , tetap mereka jalani hingga sampai di tempat tujuan
Sama halnya dengan semut, manusia juga ciptaan Tuhan. Manusia diberi kelebihan oleh Tuhan , yaitu akal dan pikiran. Kalau semut saja tidak diberi akal dan pikiran bisa berbuat baik, seharusnya manusia bisa berbuat lebih dari semut.
Tujuan penalaran secara analogi adalah
- Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan
- Analogi digunakan untuk menyingkapkan kekeliruan
- Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi
3. Hubungan Kausal
Hubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ada tiga hubungan antar masalah yaitu :
a. Sebab- Akibat : Sebab akibat ini berpola A menyebabkan B
Contohnya : Karena ia malas belajar maka ia tidak naik kelas
b. Akibat – Sebab : Sebab merupakan gagasan pokok dan akibat merupakan gagasan penjelas.
Contohnya :
Harga alat-alat elektronik melonjak. Demikian juga halnya dengan kebutuhan pokok sehari-hari juga ikut naik. Bahkan obat-obatpun juga ikut naik, pasalnya harga BBM terus melonjak

c. Akibat-Akibat : Penalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “akibat” langsung disimpulkan pada suatu “akibat” yang lain
Contohnya :
Menebang pohon sembarangan di hutan dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor. Tak heran kalau rumah penduduk terkena banjir dan longsor






TAJUK RENCANA
Kompas. Selasa, 13 Maret 2012

Ancaman Darurat Narkotika

Kasus penangkapan pengedar dan pemakai narkotika seperti tidak habis – habisnya, sementara arus penyeludupan obat terlarang cenderung meningkat.
Sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika belakangan ini, yang antara lain melibatkan oknum polisi dan oknum artis, hanya menambah kecemasan tentang kemungkinan terjadinya darurat narkotika.
Dampak perdagangan narkotika pada level permukaan tampak pada korban yang terus berjatuhan . Jumlah pecandu meningkat. Peredaran obat terlarang merebak luas, mengancam siapa saja, tidak terkecuali. Sebagai bisnis tertutup dan gelap, perdagangan obat terlarang semestinya tidak begitu mencolok.
Namun, realitas bisnis yang sudah menggurita itu tidak mampu ditutup – tutupi lagi. Gejala yang tampak pada permukaan hanya menggambarkan realitas secara terbatas. Pada lapisan lebih dalam, perdagangan narkotika merupakan realitas sangat kompleks dengan segala dampaknya yang mengerikan.
Sudah sering disinggung, Indonesia tidak lagi hanya sekadar tempat tujuan narkotika, tetapi sudah pula menjadi tempat transit dan pembuatan obat terlarang. Tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen. Di balik perdagangan narkotika itu sudah sering diangkat berbagai kisah tragis. Tidak sedikit perempuan muda Indonesia dirayu oleh mafia narkotika untuk dijadikan kurir dalam bisnis dengan total nilai sekitar Rp. 50 triliun per tahun itu di Indonesia. Belum lagi kepedihan keluarga pecandu.
Bahaya lebih besar dikhawatirkan sedang mengintai bangsa Indonesia karena peredaran narkotika sudah merasuk jauh kedalam berbagai lingkungan masyarakat. Kecemasan bertambah karena aparat penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan hakim, tidak luput dari bahya narkotika. Maka, penangkapan oknum polisi di Bekasi perlu diapresiasi karena kepolisian menertibkan anggotanya.
Tantangan yang dihadapi Indonesia sungguh luar biasa oleh berbagai jenis narkotika yang sedang mengalir deras ke Indonesia, sekan tidak dapat dibendung. Muncul kesan, pemerintah tidak banyak berbuat untuk mengahadang bahaya narkotika yang lebih kejam daripada perang, lebih – lebih untuk dampak jangka panjang.
Mungkin saja ada yang berkomentar, persoalan perdagangan narkotika merupakan fenomena global yang mengancam setiap Negara. Komentar yang sama juga diajukan untuk bahaya terorisme. Namun pertanyaannya, mengapa dampak perdagangan narkotika dan ancaman terorisme lebih dirasakan Indonesia dibandingkan dengan banyak Negara seperti Negara tetangga Singapura dan Malaysia.
Bukan bermaksud menyalahkan, serbuan narkotika atau bahaya terorisme akan terus mengancam jika system keamanan Indonesia tidak diperkuat dan diperketat. Kehadiran dan peran Negara antara lain diperlihatkan dalam membendung terorisme dan narkotika, yang dampaknya bisa lebih mengerikan daripada ofensif dan perang

SIMPULAN
ANCAMAN DARURAT NARKOTIKA
Penyalahangunaan dan perdagangan gelap narkotika merupakan kejahatan yang bersifat kompleks. Pengedar dan pemakai narkotika serta penyelundupan obat terlarang terus meningkat dan peredaran obat terlarang merebak luas, mengancam siapa saja tidak terkecuali, inilah kompleksitas permasalahan narkotika yang menjadi ancaman bagi generasi bangsa. Seperti kita ketahui bersama, dewasa ini penyalahagunaan narkoba telah terjadi disemua level tidak mengenal itu artis, pejabat, pelajar bahkan sampai aparat kepolisianpun menjadi oknum dalam penyalahgunaan narkotika.
Dilihat dari letak geografi, Indonesia memang sangat beresiko menjadi sasaran empuk pengedar narkoba karena negara Indonesia adalah negara kepulauan dengan banyak pelabuhan yang memudahkan jaringan gelap dalam mengedarkan narkoba. Indonesia yang posisinya yang strategis, jumlah penduduk yang besar, letak goegrafis yang strategis dan kondisi sosial politik tengah berada pada proses transisi dimana stabilitas politik dan keamanan masih sangat labil dan rapuh telah mendorong Indonesia menjadi daerah tujuan perdagangan Narkoba bahkan telah pula terindikasi sebagai Negara penghasil / produksi Narkoba.
Permasalahan penyalahgunaan dan pererdaran gelap narkoba memang bukanlah masalah yang sederhana. Masalahnya sangat komplek dan bisa dikatakan rumit. Oleh karena itu diperlukan berbagai upaya yang komprehensif dan berkesinambungan dalam memeranginya. Penanggulangan yang teramat penting adalah pelaksanaan hukum yang tidak pandang bulu perlu dilakukan secara terintegrasi antara aparat keamanan dan penegak hukum.

Kamis, 15 Maret 2012

Tugas Bahasa Indonesia

TAJUK RENCANA
Kompas. Selasa, 13 Maret 2012

Ancaman Darurat Narkotika

Kasus penangkapan pengedar dan pemakai narkotika seperti tidak habis – habisnya, sementara arus penyeludupan obat terlarang cenderung meningkat.
Sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika belakangan ini, yang antara lain melibatkan oknum polisi dan oknum artis, hanya menambah kecemasan tentang kemungkinan terjadinya darurat narkotika.
Dampak perdagangan narkotika pada level permukaan tampak pada korban yang terus berjatuhan . Jumlah pecandu meningkat. Peredaran obat terlarang merebak luas, mengancam siapa saja, tidak terkecuali. Sebagai bisnis tertutup dan gelap, perdagangan obat terlarang semestinya tidak begitu mencolok.
Namun, realitas bisnis yang sudah menggurita itu tidak mampu ditutup – tutupi lagi. Gejala yang tampak pada permukaan hanya menggambarkan realitas secara terbatas. Pada lapisan lebih dalam, perdagangan narkotika merupakan realitas sangat kompleks dengan segala dampaknya yang mengerikan.
Sudah sering disinggung, Indonesia tidak lagi hanya sekadar tempat tujuan narkotika, tetapi sudah pula menjadi tempat transit dan pembuatan obat terlarang. Tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen. Di balik perdagangan narkotika itu sudah sering diangkat berbagai kisah tragis. Tidak sedikit perempuan muda Indonesia dirayu oleh mafia narkotika untuk dijadikan kurir dalam bisnis dengan total nilai sekitar Rp. 50 triliun per tahun itu di Indonesia. Belum lagi kepedihan keluarga pecandu.
Bahaya lebih besar dikhawatirkan sedang mengintai bangsa Indonesia karena peredaran narkotika sudah merasuk jauh kedalam berbagai lingkungan masyarakat. Kecemasan bertambah karena aparat penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan hakim, tidak luput dari bahya narkotika. Maka, penangkapan oknum polisi di Bekasi perlu diapresiasi karena kepolisian menertibkan anggotanya.
Tantangan yang dihadapi Indonesia sungguh luar biasa oleh berbagai jenis narkotika yang sedang mengalir deras ke Indonesia, sekan tidak dapat dibendung. Muncul kesan, pemerintah tidak banyak berbuat untuk mengahadang bahaya narkotika yang lebih kejam daripada perang, lebih – lebih untuk dampak jangka panjang.
Mungkin saja ada yang berkomentar, persoalan perdagangan narkotika merupakan fenomena global yang mengancam setiap Negara. Komentar yang sama juga diajukan untuk bahaya terorisme. Namun pertanyaannya, mengapa dampak perdagangan narkotika dan ancaman terorisme lebih dirasakan Indonesia dibandingkan dengan banyak Negara seperti Negara tetangga Singapura dan Malaysia.
Bukan bermaksud menyalahkan, serbuan narkotika atau bahaya terorisme akan terus mengancam jika system keamanan Indonesia tidak diperkuat dan diperketat. Kehadiran dan peran Negara antara lain diperlihatkan dalam membendung terorisme dan narkotika, yang dampaknya bisa lebih mengerikan daripada ofensif dan perang



Paragraf Induktif
Paragraf Induksi adalah suatu proses berpikir yang bertolak belakang dari satu atau sejumlah fenomena individual (hal khusus) untuk menurunkan suatu simpulan (inferensi) yang bersifat umum. Fenomena individual ini menjadi data atau pernyataan yang mengandung kebenaran. Oleh karena itu, induksi dapat berawal dari fenomena yang berbentuk fakta atau pernyataan. Jadi, penalaran induksi yang bebentuk paragraf induktif merupakan salah satu cara menarik atau membuat smpulan berdasarkan hal khusus menuju hal umum
Ciri-ciri Paragraf Induktif
• Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kesimpulan terdapat di akhir paragraph
• Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
• Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraph
• Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
• Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama




SIMPULAN DARI TAJUK RENCANA
ANCAMAN DARURAT NARKOTIKA
Penyalahangunaan dan perdagangan gelap narkotika merupakan kejahatan yang bersifat kompleks. Pengedar dan pemakai narkotika serta penyelundupan obat terlarang terus meningkat dan peredaran obat terlarang merebak luas, mengancam siapa saja tidak terkecuali, inilah kompleksitas permasalahan narkotika yang menjadi ancaman bagi generasi bangsa. Seperti kita ketahui bersama, dewasa ini penyalahagunaan narkoba telah terjadi disemua level tidak mengenal itu artis, pejabat, pelajar bahkan sampai aparat kepolisianpun menjadi oknum dalam penyalahgunaan narkotika.
Dilihat dari letak geografi, Indonesia memang sangat beresiko menjadi sasaran empuk pengedar narkoba karena negara Indonesia adalah negara kepulauan dengan banyak pelabuhan yang memudahkan jaringan gelap dalam mengedarkan narkoba. Indonesia yang posisinya yang strategis, jumlah penduduk yang besar, letak goegrafis yang strategis dan kondisi sosial politik tengah berada pada proses transisi dimana stabilitas politik dan keamanan masih sangat labil dan rapuh telah mendorong Indonesia menjadi daerah tujuan perdagangan Narkoba bahkan telah pula terindikasi sebagai Negara penghasil / produksi Narkoba.
Permasalahan penyalahgunaan dan pererdaran gelap narkoba memang bukanlah masalah yang sederhana. Masalahnya sangat komplek dan bisa dikatakan rumit. Oleh karena itu diperlukan berbagai upaya yang komprehensif dan berkesinambungan dalam memeranginya. Penanggulangan yang teramat penting adalah pelaksanaan hukum yang tidak pandang bulu perlu dilakukan secara terintegrasi antara aparat keamanan dan penegak hukum.

Sabtu, 14 Januari 2012

Tugas Perilaku Konsumen

MENCIPTAKAN NILAI LEBIH BAGI PELANGGAN ASTRA

1. Apakah program CS yang di luncurkan oleh Auto 2000 akan dapat memuaskan konsumen? Jelaskan jawaban anda :

Pelanggan sebagai salah satu bagian dari pihak eksternal perusahaan yang harus dibina untuk mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran yang positif terhadap perusahaan, sehingga loyalitas terhadap perusahaan akan tetap terjaga. Kita yakini bahwa kunci utama dalam memenangkan persaingan bisnis adalah dengan memberikan kualitas pelayanan yang dapat menciptakan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan berlangsung saat pelanggan mendapat hasil yang baik dari kebutuhanya. Pelanggan yang puas diharapkan untuk tetap loyal pada perusahaan dan memperkenalkan produk barang atau jasa pada orang lain Maksud dan tujuan Pengadaan program Customer Service (CS) yang diluncurkan oleh Auto 2000 merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kepuasan pelayanan terhadap pelanggan sehingga pelanggan merasa mendapat service yang lebih, namun dari kasus diatas dimana progam Customer Service yang menerapkan konsep bahwa Auto 2000 bersifat custumer driven dan marked menurut saya progam CS ini secara umum tidak dapat memuaskan pelanggan karena justru beertindak sebagai marketing dan akhirnya orentasi dari CS ini menjadi berubah yaitu bagaimana Auto 2000 ini mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya sehingga tidak lagi member service yang lebih terhadap pelanggannya hal ini Nampak dalam kasus dimana adanya kekecawaan pelanggan yang terkesan diskriminatif bagi pelanggan yang masih dalam masa garansi, kalau hal ini dibiarkan terus menerus maka Auto 2000 akan ditinggaklan oleh pelanggannya. Ketidakpuasana pelanggan itu juga akan berdampak tidak baik karena merekapun akan menginformasikan kepada pihak lain yang belum mengenal produk dari Auto 2000

2. Apakah dengan adanya kendala kultural masyarakat Indonesia akan dapat menghambat atau mengurangi tingkat kepuasan dari pelanggan ?

Tentu saja dengan adanya kendala kultural masyarakat akan mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan. Semakin maju budaya bangsa semakin tinggi tuntutan yang diharapkan yaitu sesuai dengan standarat kebutuhan dari custamer / pelanggan maka perusahaan itu akan survive dan selalu mencari terobosan-terobosan atau inovasi-inovasi baru demi mutu suatu produk. Didunia bisnis sangat dibutuhkan keterbukaan dan kekritisan terhadap produk yang dihasilakan, hal itu merupakan upaya untuk mendapatkan produk yang berkwalitas yang sesuai dengan harapan masyarakat, .sedangkan didunia bisnis kalau masih ada budaya sungkan untuk melaporkan permasalahan yang dialami , menunda atau mencoba menutupi berbagai kesalahan yangtelah dibuat membuat perusahaan itu sulit untuk maju atau berkembang. Segala permasalahan yang tidak segera ditindaklanjuti tentu akan membuat pelanggan kecewa dan tidak akan kembali melilih produk tersebut

.
3. Apakah dengan adanya program CS dapat menumbuhkan nilai kepuasan pelanggan, yang kemudian akan berdampak positif bagi perilaku mereka pasca pembelian ? jelaskan jawaban anda

Customer Service (CS) yang dijalankan oleh Auto 2000 merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kepuasan pelayanan terhadap pelanggan agar pelanggan sungguh merasa terlayani dengan baik dan dapat berdampak positif setelah paska pembelian bilaman Customer Service melaksanakan sesuai dengan fungsinya tetapi apabila Customer Servive beralih fungsi seperti kasus diatas dimana CS yang diterapkan di Auto 2000 adalah customer driven dan market maka titik penekanan CS tidak lagi pada bagaimana bisa melayani pelanggan dengan lebih ( service Exelen ) tetapi Auto 2000 lebih memperhatikan bagaimana bisa menjual produk sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan pelayanan hal ini nampak adanya kekecewaan dari pelanggan yang merasa bahwa dalam pelayanan terkesan diskrimanasi. Kalau hal ini dibiarkan terus menerus lama-lama Auto 2000 akan ditinggalkan konsumennya maka dengan adanya CS diharapkan pihak perusahaan dapat menjaga hubungan baik dengan pihak pelanggan.